Thursday, 13 March 2014

MAHALNYA SEBUAH KEDUDUKAN

Perkembangan zaman merubah pola pikir manusia seiring beratnya tantangan yang harus dihadapi.Akal dan fikiran diperas guna mencari solusi problem kehidupan yang tengah dialami,segala sesuatu disiasati guna mendapatkan keuntungan sebagai bekal perjalanan hidup yang semakin mahal.
Pergeseran niyat dan tujuan menjadi sesuatu yang dianggap wajar dan sudah terbukti terjadi di setiap waktu.Misi kebaktian terhadap sebuah kewajiban diikut sertakan dengan siasat mencari keuntungan.Pengorbanan berharap laba dan keuntungan berlipat,entah disebut zaman apakah ini.Jika semua manusia berperilaku demikian maka kesetiakawanan sosial telah runtuh oleh krisis mental akibat perkembangab keadaan yang dipaksakan.Negara ini masih butuh negarawan yang memiliki tekad pengorbanan demi pengabdian seutuhnya,namun melihat gelagat keadaan saat ini apakah nantinya para pelaku pemegang arah kebijakan tidak lebih brutal mencari keuntungan pribadi ketimbang waktu lima tahun sebelumnya ?
Ngeri jika dipikirkan dengan  melihat gejala dan gelagat yang tengah tumbuh saat sekarang ini.Banyak calon calon kandidat melakukan money politik,bahkan sudah banyak diantara mereka melakukan penciteraan diri dengan biaya cukup besar.
Sebagai pemerhati keadaan,penulis merasa perihatin dan selalu terbersit tanda tanya "akan semakin mahalkah sebuah kedudukan dan jabatan ?" Jika semua selalu berpikir keuntungan pribadi dan menghalalkan segala cara demi meraih kedudukan maupun jabatan tentulah akan rusak dan lebih bobrok keadaannya nanti dikala hasil dari perhelatan dimenangkan oleh kandidat yang telah mengeluarkan begitu besar biaya perjuangan.
Bagaimana nanti nasib generasi selanjutnya jika keadaan semacam ini berlangsung terus menerus.
Untuk kembali kepada pemikiran perjuangan dan pengabdian sepenuhnya terhadap bangsa dan negara sudah semakin sulit jika moral-moral masyarakat sudah mulai bergeser kearah pemikiran mencari keuntungan sesaat.
Pesta Demokrasi adalah sebuah suasana kesempatan bagi warga negara untuk ikut serta menentukan arah perjalanan negara menuju keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia.Jika moment ini hanya digunakan sebagai sarana mencari keuntungan sesaat maka kebobrokan keadaan akan semakin parah,karena rakyat sendiri sudah tidak peduli arah keadaan yang akan dihasilkan dari pesta demokrasi ini.Pemilu 2014 semakin dekat waktunya sedangkan cara pandang masyarakat lebih banyak ketidak percayaan dan kekurang pedulian terhadap kwalitas hasilnya.Banyak diantara masyarakat bertanya imbalan jika diberi saran memilih seorang kandidat,dan imbalan yang ditanyakanpun hanya sebatas uang yang nilainya tidak sebanding akibat yang akan dirasakan nantinya.
Dari apa yang penulis sajikan diatas perkenankan penulis mengambil garis besar kesimpulan bahwa "Biaya tinggi bagi kandidat begitu besar dan masyarakatpun tengah diajari oleh suasana demokrasi yang jauh dari norma-norma atau jauh dari etika berdemokrasi yang baik dan benar."